Friday, September 18, 2009

Ya, saya akan.





Oktober 2009, Saat Diya dan Karna memutuskan untuk melanjutkan kebersamaan mereka ke jenjang selanjutnya, mereka juga menyepakati bersama alasan-alasan mengapa mereka memutuskan hal tersebut.


Suatu ketika alasan-alasan tersebut akan menjadi ikrar pernikahan mereka:

Apakah Anda, Karna dan Diya berjanji bersama:
untuk selalu saling membantu dalam mengembangkan kesadaran dan pemikiran?
Untuk saling membantu dalam menumbuhkan kemurahan hati, pengendalian diri, kesabaran, antusiasme, konsentrasi dan kebijaksanaan?
Seiring dengan berjalannya waktu, bersama menjalani naik dan turunnya kehidupan, dan mentransformasikan kehidupan menjadi sebuah perjalanan cinta, welas asih, kegembiraan dan kesetaraan?
Apakah Anda saling berjanji untuk terus tumbuh besama dalam Dharma?





Apakah Anda berjanji untuk saling mendukung perjalanan yang lain,
untuk terus menerus saling menyoroti apa yang menjadi kelebihan dirinya,
sangat menghargai dan mendukung apa yang menjadi panggilan intuisinya, walau tidak secara langsung memberi manfaat kepada dirimu sendiri?
Apakah Anda berjanji untuk saling menguatkan dan melengkapi kebajikan satu sama lain??




Memahami bahwa sama seperti diri sendiri pun masih merupakan misteri bagi diri sendiri, setiap yang lain tentu juga masih merupakan misteri,
apakah Anda berjanji untuk terus menggali, berusaha memahami diri sendiri, satu sama lain, dan semua yang lain?
Senantiasa berintrospeksi , terus menerus memeriksa setiap keinginan dan pikiran diri sendiri dan memperlakukan semua misteri kehidupan dengan keterbukaan dan kegembiraan?
Apakah anda berjanji untuk menerima dan mempercayai cara kerja alam semesta ini bagi dirimu?
Apakah anda berjanji untuk menerima dia sebagai pemberian terbesar dari alam semesta?



Apakah Anda berjanji untuk berkarya bagi kesejahteraan yang lain, dengan keseluruhan welas asih, kearifan dan ketrampilan-mu?
Apakah Anda berjanji untuk senantiasa mengingat betapa berbahayanya racun berupa kebodohan, kemarahan dan kemelekatan,
untuk menerapkan obat-obat penawar begitu racun tersebut muncul di benakmu?
Mengenang semua budi yang pernah Anda terima dan hubungan dengan semua makhluk,
Apakah Anda berjanji untuk menjadi alat untuk pelayanan tanpa pamrih?
Apakah Anda berdua berjanji untuk bekerja sebagai team dalam karya pelayanan ini?



Menyadari bahwa berbagai kondisi eksternal dalam kehidupan tidaklah akan selalu lancar, dan secara internal pikiran dan emosimu terkadang ditantang oleh pesimistis dan negatifitas,
Apakah Anda berjanji untuk melihat semua hal ini dengan keterbukaan, menganggapnya sebagai kesempatan untuk semakin tumbuh, dan semakin menguatkan komitmen untuk selalu saling menerima?
Apakah Anda berjanji untuk melalui semuanya bersama, membantu dan dibantu, menemani dan ditemani, menyembuhkan dan disembuhkan?




Bila tiba saatnya untuk berpisah, apakah Anda berjanji untuk dengan penuh rasa terima kasih mengenang kebersamaan yang telah dilalui dan kegembiraan yang telah diciptakan?
Apakah Anda berjanji untuk menerima bahwa semuanya tetaplah hanya kesementaraan dan segalanya tidak memiliki inti yang bisa membahagiakan?
Apakah Anda berjanji untuk memelihara rasa syukur atas semua yang telah dilalui, dengan kerelaan dan kesiapan segera melangkah lebih lanjut?




Apakah Anda berjanji untuk mempertahankan dan terus memperkaya rasa cinta yang sedemikian mendalam ini, dan membaginya dengan semua yang lain?

Apakah Anda berjanji untuk mengungkapkan kebenaran tentang Cinta, menceritakan semua kebajikan, kelebihan dan keindahan satu sama lain sebagai contoh bagi semua? dan daripada memendam semuanya untuk diri sendiri, arahkanlah sinar ini keluar untuk menyinari semua yang lain, Bersediakah Anda?

Apakah Anda berjanji untuk mengembangkan keluargamu untuk meliputi semua makhluk hidup?

K^.^D : "Ya kami Bersedia" (28 januari 2010)


..

Monday, September 14, 2009

Zhong Yong

http://chinese.dsturgeon.net/text.pl?node=10262&if=en

天命之謂性,率性之謂道,修道之謂教。

道也者,不可須臾離也,可離非道也。是故君子戒慎乎其所不睹,恐懼乎其所不聞。

莫見乎隱,莫顯乎微。故君子慎其獨也。

喜怒哀樂之未發,謂之中;發而皆中節,謂之和;中也者,天下之大本也;和也者,天下之達道也。

致中和,天地位焉,萬物育焉。




What Heaven has conferred is called The Nature; an accordance with this nature is called The Path of duty; the regulation of this path is called Instruction.

The path may not be left for an instant. If it could be left, it would not be the path. On this account, the superior man does not wait till he sees things, to be cautious, nor till he hears things, to be apprehensive.

There is nothing more visible than what is secret, and nothing more manifest than what is minute. Therefore the superior man is watchful over himself, when he is alone.

While there are no stirrings of pleasure, anger, sorrow, or joy, the mind may be said to be in the state of Equilibrium. When those feelings have been stirred, and they act in their due degree, there ensues what may be called the state of Harmony. This Equilibrium is the great root from which grow all the human actings in the world, and this Harmony is the universal path which they all should pursue.

Let the states of equilibrium and harmony exist in perfection, and a happy order will prevail throughout heaven and earth, and all things will be nourished and flourish.


Seimbang dan harmoni
Wujud awal, yang sesuai dengan kehendak Yang Maha Kuasa kita sebut sebagai kealamian. Hidup dengan meneladani kealamian adalah merupakan Jalan Suci. Bimbingan untuk menempuh jalan suci itulah yang dinamakan ajaran, yang menjadi agama.

Jalan Suci itu tidak boleh ditinggalkan walau sejenakpun. Yang boleh ditinggalkan/diabaikan, itu bukan jalan Suci. Itulah sebabnya seorang Budiman (yang Menempuh Jalan Suci), tidak akan menunggu hingga terlihat barulah berhati-hati, atau membiarkan hingga terdengar barulah dipahami.

Tidak ada yang lebih terlihat dari apa yang tersembunyi, dan tidak ada yang lebih jelas dari apa yang kecil-detail. Itulah sebabnya seorang Yang Menempuh Jalan Suci selalu waspada, mawas diri saat sendirian.

Saat kesenangan, kemarahan, kesedihan dan kegembiraan belum timbul, itu dinamakan sebagai keadaan Tengah. Setelah timbul, tetapi tetap di dalam batas-batas kepantasan, itu yang dinamakan keadaan Harmonis. Keseimbangan (keadaan tengah) adalah merupakan Pokok Fondasi dari semua hal di dunia, dan Keharmonisan adalah Jalan Universal-nya.

Bila keseimbangan dan keharmonisan dapat terwujud, maka langit dan bumi akan tertata baik, dan segala sesuatu akan terpelihara dan berkembang baik.
(terjemahan versi Somm P) ..

Sunday, September 13, 2009

Pembelajaran yang Utama


What the great learning teaches, is to illustrate illustrious virtue; to renovate the people; and to rest in the highest excellence.
.
The point where to rest being known, the object of pursuit is then determined; and, that being determined, a calm unperturbedness may be attained to. To that calmness there will succeed a tranquil repose. In that repose there may be careful deliberation, and that deliberation will be followed by the attainment of the desired end.
.
Things have their root and their branches. Affairs have their end and their beginning. To know what is first and what is last will lead near to what is taught in the Great Learning.
.
The ancients who wished to illustrate illustrious virtue throughout the kingdom, first ordered well their own states. Wishing to order well their states, they first regulated their families. Wishing to regulate their families, they first cultivated their persons. Wishing to cultivate their persons, they first rectified their hearts. Wishing to rectify their hearts, they first sought to be sincere in their thoughts. Wishing to be sincere in their thoughts, they first extended to the utmost their knowledge. Such extension of knowledge lay in the investigation of things.
.
Things being investigated, knowledge became complete. Their knowledge being complete, their thoughts were sincere. Their thoughts being sincere, their hearts were then rectified. Their hearts being rectified, their persons were cultivated. Their persons being cultivated, their families were regulated. Their families being regulated, their states were rightly governed. Their states being rightly governed, the whole kingdom was made tranquil and happy.
.
From the Son of Heaven down to the mass of the people, all must consider the cultivation of the person the root of everything besides.
.
It cannot be, when the root is neglected, that what should spring from it will be well ordered. It never has been the case that what was of great importance has been slightly cared for, and, at the same time, that what was of slight importance has been greatly cared for.

大學之道,在明明德,在親民,在止於至善。
.
知止而後有定,定而後能靜,靜而後能安,安而後能慮,慮而後能得。
.
物有本末,事有終始,知所先後,則近道矣。
.
古之欲明明德於天下者,先治其國;欲治其國者,先齊其家;欲齊其家者,先修其身;欲修其身者,先正其心;欲正其心者,先誠其意;欲誠其意者,先致其知,致知在格物。
.
物格而後知至,知至而後意誠,意誠而後心正,心正而後身修,身修而後家齊,家齊而後國治,國治而後天下平。
.
自天子以至於庶人,壹是皆以修身為本。
.
其本亂而末治者否矣,其所厚者薄,而其所薄者厚,未之有也!此謂知本,此謂知之至也。
.
.
Pembelajaran Utama
.
Yang menjadi inti dalam pembelajaran utama adalah tentang mengemilangkan kebajikan yang paling cemerlang, senantiasa memperbaharui diri sendiri maupun yang lain dan berhenti pada puncak perbuatan baik.
.
Dengan telah ditetapkannya/diketahuinya gambaran akhir (visi), maka ada sebuah kepastian tujuan (objektif);
Dengan adanya kepastian tujuan, maka tidak akan goyah dalam memfokuskan diri;
Dengan fokus pasti akan muncul ketenangan;
Dalam ketenangan pikiran bisa berpikir jernih;
Dengan pikiran yang jernih pasti akan berhasil.
.
Segala sesuatu ada yang menjadi akar dan ada yang menjadi dahannya.
Setiap urusan tentu ada ujung pangkalnya.
Jika telah mampu membedakan apa yang perlu didahulukan dan apa yang boleh menyusul kemudian, maka sudah dekatlah dengan prinsip-prinsip pembelajaran utama.
.
Orang dahulu yang ingin menggemilangkan kebajikan yang cemerlang di seluruh kerajaan, terlebih dahulu akan menata negerinya;
Untuk menata negerinya, terlebih dahulu menteraturkan keluarga;
Ingin keteraturan dalam keluarga, mulailah dengan membina orangnya;
Untuk membina orang, dimulai dengan meluruskan kehendak-niat hatinya;
Sebuah pikiran yang baik hanya memungkinkan bila ada kekayaan karakter;
Kekayaan karakter adalah dibangun di atas pengetahuan yang menyeluruh;
Dan pengetahuan yang menyeluruh hanya dimungkinkan bila terus mempelajari kebenaran di balik setiap fenomena dan kejadian, memahami hukum dan sifat dari setiap benda.
.
Setelah mempelajari segala sesuatu, pengetahuan menjadi lengkap.
Pengetahuan yang lengkap akan menghasilkan karakter yang kaya.
Dari karakter yang kaya inilah niat/kehendak yang baik itu dimungkinkan.
Dengan adanya niat yang baik barulah bisa membina diri.
Ada yang membina diri barulah keluarga teratur.
Jika keluarga teratur, tertatalah negeri.
Jika setiap negeri tertata, kedamaian ada di setiap bagian dari kerajaan.
.
Mulai dari Raja hingga rakyat jelata haruslah menyadari bahwa pembinaan diri merupakan sesuatu yang paling utama.
.
Adalah tidak memungkinkan bila dari akar yang telah rusak akan memunculkan keteraturan.
Janganlah sampai terjadi, hal yang esensial dianggap remeh.
Hal yang seharusnya remeh jangan pula menjadi mendominasi.
(terjemahan bebas versi sommaratana)
.

Friday, September 4, 2009

Prinsip-prinsip Utama Jalan Ketuhanan


道之宗旨
1 敬天地 2 禮神明 3愛國忠事 4敦品崇禮 5 孝父母 6重師尊 7信朋友 8和鄉鄰
9改惡向善 1 0講明五倫八德 11 闡發五教聖人之奧旨 1 2恪遵四維綱常之古禮
1 3洗心滌慮 14 借假修真 15 恢復本性之自然 16 啟發良知良能之至善
17 己立立人 18 己達達人 19 挽世界為清平
20 化人心為良善 21 冀世界為大同


The Principles of the Tao
1 To venerate Heaven and Earth; 2 To revere the divine beings; 3 To be patriotic and responsible; 4 To be virtuous and courteous; 5 To honor the parents; 6 To value the teachers; 7 To keep faith with friends; 8 To live harmoniously with neighbors;
9 To discard the bad and seek the good; 10 To clarify the Five Relationships and the Eight Virtues;
11 To spread the teachings of the Five Religions; 12 To follow the ancient practice of the Four Ethics, the Mainstays, and the Constant Virtues; 13 To cleanse the mind and purify the spirit; 14 To utilize the illusory world in cultivating the truth; 15 To restore the nature of the self; 16 To develop the perfection of conscience; 17 To establish oneself and help others in establishment;
18 To achieve goals and help others in achievement;
19 To bring the world into peace; 20 To change hearts into goodness;
21 To transform the world into Great Unity.


Prinsip-prinsip Utama Jalan Ketuhanan

1 Menghormati langit dan Bumi, 2 Memuliakan para Suci, 3 Mencintai Negara dan bertanggung jawab4 Mengutamakan kebajikan dan etika, 5 Berbakti pada orang tua, 6 Mentaati guru7 Setia dalam persahabatan, 8 Harmonis dalam bertetangga, 9 Berubah dari buruk menjadi baik10 Menjelaskan kelima hubungan dan delapan kebajikan11 Menyebar luaskan prinsip utama dalam ajaran dari nabi kelima agama12 Mempertahankan pelaksanaan dari berbagai nilai-nilai, tata hubungan dan kebajikan tua. 13 Membersihkan hati dan memurnikan jiwa,
14 Meminjam kesementaraan hidup untuk membina kesejatian.15 Kembali ke keaslian sifat semula, 16 Mengembangkan kesempurnaan nurani, 17 Menegakkan diri dan membantu menegakkan yang lain18 Mencapai tujuan hidup dan membantu yang lain mencapai tujuan hidupnya19 Membawa dunia ke dalam perdamaian, 20 Merubah setiap hati untuk menjadi baik21 Agar seluruh dunia menjadi satu kebersamaan yang besar.

Prinsip-prinsip Utama Jalan Ketuhanan

1 Merenungkan, memahami dan menghargai keagungan alam semesta dan bumi yang telah memungkinkan adanya kehidupan. Bertindak sebagai pelindung bagi planet Bumi dan segala sumber dayanya. Hidup selaras dengan alam, meningkatkan kualitas kehidupan manusia tanpa pernah mengorbankan alam.
2. Memuliakan Para Suci, Bodhisattva-Mahasattva-Para Buddha, Para Bijak, dan Guru-guru Agung yang telah datang sebelum kita. Dengan penuh hormat menempatkan Mereka sebagai teladan dan sumber inspirasi.
3. Dimana pun tempat tinggal yang dipilih, jadilah warga negara yang baik. Jalankanlah dengan baik apa yang menjadi tugas, tanggung jawab dan kewajiban.
4. Baik dalam karakter, perilaku dan pembawaan. Mengikuti apa yang menjadi etika umum, santun dalam perbuatan dan ucapan
5. Mencintai, hormat, mendukung dan patuh terhadap orang tua. Tidak lalai atau berbuat salah yang mengakibatkan orang tua mengkhawatirkan diri kita.
6. Memuliakan dan menghormati semua Guru dan Senior yang telah berjerih payah mendidik dan mewariskan kebijaksanaan hasil belajar mereka.
7. Tulus, jujur dan setia kawan dalam persahabatan. Membentuk kebersamaan yang saling mempercayai, saling dukung, saling berbagi dan saling ber-ketergantungan.
8. Hidup harmonis dengan masyarakat sekitar. Akur dengan tetangga bagaikan dengan keluarga terdekat.
9. Terus menerus memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan diri. Membuang jauh semua yang salah dan mempelajari yang baik.
10. Agar hidup dalam “Kelima keteraturan tata hubungan”, yaitu: Antara raja dan menteri, antara orang tua dan anak, antara suami dan isteri, antar saudara dan antar sahabat.
Dan “Delapan kebajikan dasar”, yaitu : Berbakti, Persaudaraan, Kesetiaan, Dapat dipercaya, Sopan santun, (mengutamakan) Kebenaran, Integritas dan Rasa Malu(akan kesalahan).
11. Merenungkan, memahami, mengenali dan menyebarkan apa yang menjadi inti-semangat , kearifan dari semua tradisi spiritualitas dan filosofi, yang akan bermanfaat-membantu setiap individu untuk memperbaiki kehidupan dan lebih berbuat baik.
12. Mempertahankan, menjalankan dan meneruskan warisan tata nilai yang sangat berharga. Keempat etika: Sopan santun, (mengutamakan) Kebenaran, Integritas dan Rasa Malu (akan kesalahan). Tiga Pilar tata hubungan social: Raja dan menteri (atasan dan bawahan), Orang tua dan anak dan suami-isteri. Lima Kebajikan utama: Welas kasih, Kesatria-an, Sopan santun, Kearifan dan Dapat dipercaya.
13. Menghilangkan dan menolak semua dan setiap pikiran buruk dan merusak. Mempertahankan dan membangun suatu sikap, pemikiran dan niat yang positif.
14. Melalui hidup yang ‘sementara’ untuk memahami ‘keabadian’. Menggunakan setiap kejadian dalam kehidupan sebagai sumber pelajaran yang tiada habisnya.
15. Mengenali dan menyadari Kesejatian diri (benih KeBudhaan) sebagai potensi yang tak terbatas, untuk hidup berbahagia, berbuat baik dan membantu sesame, hingga pencapaian kesempurnaan.
16. Mengembalikan kegemilangan nurani, yang maha mengetahui dan maha berkemampuan, agar mencapai puncak potensi kebajikannya.
17. Mengembangkan dan memapankan diri sendiri sedemikian rupa, selanjutnya membantu yang lain untuk mencapai hal yang sama.
18. Mencapai tujuan dan berbagai hal yang dianggap penting bagi hidup sendiri, selanjutnya membantu yang lain untuk menggali dan mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.
19. Terus berusaha untuk mewujudkan sebuah dunia yang damai, tenang tenteram, yang tertata rapi dan asri.
20. Setiap orang hidup dengan kehendak yang baik, pikiran yang positif, perilaku yang bersahabat dan berbudaya.
21. Sehingga semua di dunia hidup dalam keadilan, kesetaraan dan keharmonisan, menjadi sebuah persaudaraan besar.